Jumat, 31 Maret 2017

CONTRIBUTION TO INDONESIA



CONTRIBUTION TO INDONESIA
By: Zainul Hadi, SE

A. profile
I was zainul hadi. The fifth of six children of the couple Amaq melahatun and Selihun. A father who worked as a laborer and mother as a housewife. I graduated in SDN 2 Sukamulia 2006, SMPN 1 Sukamulia 2009, N 2 Selong in 2012 and S1 at the Faculty of Economics, University of Mataram on March 26, 2016. At the time I was on the bench I have represented SMK East Lombok district at the student's skills competition (BLM) SMK at the provincial level, then at that time I became champion two in the province of West Nusa Tenggara. As a student, I was active in various organizations. Spiritual organization taught me about life so solid foundation in looking at the future. I used to manage time well. When the need to balance college, organization and learn entrepreneurship and learning together with friends. I'm sure when today we concern ourselves with positive things then later we got the best.

Contributions have I done:
When I studied at the Faculty of Economics are many activities that I do them, provide guidance to friends about the discussion of subjects, but it also I contribute to various organizations on campus and off campus. Organization I've ever played is set mahsiswa IESP Department, Islamic Economic Studies Forum (fokei), Forum Bidikmisi and Social Lombok Comunity (LSC). In addition, I am active in the field of religious diantanyanya guide children was at home I was learning the Quran and religious education. Maybe not my own berontribusi, but activists FE Unram family and friends outside the campus. In addition, I became activists ideal example for the next generation, which is an active student organization, but could finish the study within 3.5 years with honors Cumlaude.

Contributions what I'm doing:
Since I graduated from college I focused in providing guidance thesis to friends who again menysusn thesis and distributed to the juniors who are in need of guidance in the field of accounting. Now I honed my skills in financial analyzes. The pattern that I did in the analysis are, reading, discussion and writing. Results writings we usually conveyed to the parties concerned, I am also active in the village itself to contribute to society. I am focused to contribute to the child's elementary, junior high and high school. Motivating them to pursue education as high.

My contribution to the future:
I want to be a lecturer and researcher in formulating an effective state finances efficiently. I'm sure the leaders of the people born in the campus, it is important to provide useful knowledge regarding how to become a leader who is able to analyze, formulate, implement, evaluate, and provide solutions for problems of this nation.

Indonesia in the Future:
I dream of Indonesia in the future as a nation that makes human beings as individuals, not as a group. Indonesia, which is able to accommodate the needs of the individual, which only requires happiness. I dream of Indonesia that land of beloved people, a nation that has always worked in the diversity of the country towards a piece of heaven. I dream, Indonesia more independent in the future both in terms of Economic, Social and Cultural Rights.

My role:
Poverty and inequality of the population in West Nusa Tenggara at this point is bad. Then we know that the HDI of West Nusa Tenggara Province is located at number 30, with demikan then I want to take a role as Governor of West Nusa Tenggara to cope with the social and economic problems.

How i realize the dream:
when we want to be successful, then look for ways that are useful to get to it. When he wants to build a strong economy it must involve the people of Indonesia as a player, not a spectator.
Moving people in large quantities requires a team.
The best teams are the students. So first I will do is to become an active lecturer examines government policy in the field of economics. Then after that, I wanted to be the head of the West Nusa Tenggara BAPPEDA to be involved directly in the planning of Regional Development of effective and efficient. but it also I want to be chairman of the economic committee of the board of area research to determine the economic issues that are in the West. Later became the Governor of West Nusa Tenggara to build better both in terms of economic, social and cultural order to compete with other provinces.

KONTRIBUSI BAGI INDONESIA

KONTRIBUSI BAGI INDONESIA
Oleh: Zainul Hadi, SE

A. Profil
Saya adalah zainul hadi. Anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan Amaq melahatun dan Selihun. Ayah yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu sebagai Ibu Rumah Tangga. Saya menyelesaikan pendidikan di SDN 2 Sukamulia tahun 2006, SMPN 1 Sukamulia tahun 2009, SMKN 2 Selong tahun 2012 dan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram pada tanggal 26 Maret 2016. Pada saat saya di bangku SMK saya pernah mewakili Kabupaten Lombok Timur pada lomba keterampilan siswa (LKS) SMK di tingkat provinsi, kemudian pada waktu itu saya menjadi juara dua di tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketika menjadi mahasiswa, saya aktif di berbagai kegiatan organisasi. Organisasi kerohanian mengajarkan saya tentang pondasi hidup yang begitu kokoh dalam memandang masa depan. Saya terbiasa memanajemen waktu dengan baik. Ketika harus menyeimbangkan waktu kuliah, organisasi dan belajar berwirausaha serta belajar bersama dengan teman-teman. Saya yakin ketika hari ini kita menyibukkan diri dengan hal-hal positif maka nanti kita mendapatkan yang terbaik.
Kontribusi yang telah saya lakukan:
Ketika saya kuliah di Fakultas Ekonomi banyak kegiatan yang saya lakukan diantaranya, memberikan bimbingan kepada teman-teman tentang pembahasan mata kuliah, selain itu juga saya berkontribusi diberbagai
organisasi di kampus maupun di luar kampus. Organisasi yang pernah saya ikuti yaitu himpunan mahsiswa jurusan Iesp, Forum Kajian Ekonomi Islam (fokei), Forum Bidikmisi dan Lombok Sosial Comunity (LSC). Selain itu juga saya aktif dibidang keagamaan diantanyanya membimbing anak-anak yang ada dirumah saya dalam pembelajaran al-quran dan pendidikan agama. Mungkin bukan saya sendiri yang berontribusi, tetapi keluarga besar aktivis FE Unram dan teman teman diluar kampus. Selain itu, saya menjadi contoh aktivis ideal bagi generasi selanjutnya, yaitu seorang mahasiswa yang aktif organisasi, tetapi sanggup menyelesaikan studi dalam waktu 3.5 tahun dengan predikat Cumlaude.

Kontribusi yang sedang saya lakukan:
Semenjak saya lulus kuliah saya fokus didalam memberikan bimbingan skripsi kepada teman-teman yang lagi menysusn skripsi dan membagikan kepada adik kelas yang sedang membutuhkan bimbingan didalam bidang akuntansi. Sekarang saya mengasah kemampuan saya dalam menganalisis keuangan. Pola yang saya lakukan dalam menganalisis adalah, membaca, diskusi dan menulis. Hasil tulisan biasanya kita sampaikan ke pihak terkait, Saya juga aktif di desa sendiri untuk ikut berkontribusi bagi masyarakat. Saya fokus untuk berkontribusi pada anak SD, SMP dan SMA. Memotivasi mereka untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Kontribusi saya ke depannya:
Saya ingin menjadi dosen dan peneliti dalam merumuskan keuangan negara yang efektif efisien. Saya yakin pemimpin-pemimpin bangsa lahir di kampus, maka penting untuk memberikan ilmu yang bermanfaat terkait bagaimana menjadi pemimpin yang  mampu menganalisis, merumuskan, menerapkan, mengevaluasi, dan memberikan solusi atas permasalahan bangsa ini.
Indonesia di Masa Depan:
Saya memimpikan Indonesia di masa depan sebagai bangsa yang menjadikan manusia sebagai individu, bukan sebagai suatu kelompok. Indonesia yang mampu mengakomodir kebutuhan rakyat secara individu, yang hanya membutuhkan kebahagiaan. Saya memimpikan Indonesia menjadi negeri yang dicintai rakyat, bangsa yang selalu bekerja dalam keberagaman menuju negeri sepenggal syurga. Saya memimpikan, indonesia kedepannya lebih mandiri baik dalam segi Ekonomi, Sosial dan Budaya.
Peran saya :
Kemiskinan dan ketimpangan penduduk di Nusa Tenggara Barat pada saat ini sangatlah buruk. Kemudian kita tahu bahwa IPM dari Provinsi Nusa Tenggara Barat ini berada urutan ke 30, dengan demikan maka  saya ingin mengambil peran sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi tersebut.
Cara saya mewujudkan mimpi tersebut:
pada saat kita ingIn menjadi sukses, maka carilah jalan yang bermanfaat untuk menuju itu. Ketika ingin membangun sebuah perekonomian yang kuat maka harus melibatkan rakyat Indonesia sebagai pemain, bukan penonton.
Menggerakkan orang dalam jumlah banyak membutuhkan tim. Tim terbaik adalah para mahasiswa. Maka pertama yang akan saya lakukan adalah menjadi dosen yang aktif meneliti tentang kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Kemudian setelah itu, saya ingin menjadi kepala BAPPEDA Nusa Tenggara Barat untuk bisa terlibat langsung dalam perencanaan Pembangunan Daerah yang efektif dan efisien. selain itu juga saya ingin menjadi ketua komisi ekonomi dewan riset daerah untuk mengetahui permasalahan-permasalahan ekonomi yang berada Di Nusa Tenggara Barat.   Kemudian menjadi Gubernur untuk membangun Nusa Tenggara Barat lebih baik lagi baik dalam aspek ekonomi, sosial dan budaya agar bisa bersaing dengan provinsi yang lain.

Kamis, 30 Maret 2017

Anak Buruh Tani Kuliah Tinggi
Oleh: Zainul Hadi, SE

Bagi  saya adalah berguna untuk orang banyak baik dalam segi agama maupun bangsa. Maka kesuksesan terbesar dalam hidup saya adalah ketika saya berguna bagi orang-orang yang ada di sekitar. saya ingin hidup dalam kehidupan dan hidup dalam kematian.
Saya berasal dari kampung yang sebagian besar pekerjaan masyarakatnya adalah sebagai buruh Bangunan, buruh pembuatan Batu Bata, TKI, dan Petani. Sepintas tidak ada yang salah dengan pekerjaan itu. Akan tetapi menjadi masalah bagi saya ketika mendengar, melihat, bahkan merasakan sendiri ketika ada anak sekolahan yang bercita-cita menjadi buruh tani, dimana kita ketahui bahwa pendapatan yang didapatkan oleh buruh tani masih dibawah rata-rata, sehingga perlu untuk mengali ilmu lebih banyak lagi agar nanti menjadi orang yang berguna bagai bangsa dan agama.

Saya bingung harus memulai dari mana untuk mengatasi hal tersebut. Tetapi setelah mendengar banyak masukan, akhirnya satu hal yang saya yakini adalah ketika saya bisa berprestasi di kampus maka akan ada sebuah harapan baru bagi mereka untuk berani bermimpi menempuh pendidikan tinggi.
Perlahan tapi pasti, saya berusaha berprestasi di kampus. Saya mendapatkan Indeks Prestasi yang cukup membanggakan setiap semester. Saya juga mendapatkan beasiswa Bidik Misi dari semester 1 sampi dengan semester 8. Saya menjadi pengurus inti organisasi, salah satunya Co Sumber Daya Insani Forum Kajian Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi UNRAM . Saya meraih penghargaan sebagai salah satu Mahasiswa lulusan terbaik di kampus. Semua hal tersebut saya dedikasikan kepada anak-anak kampung saya. Saya ingin membuktikan bahwa orang kampung, anak seorang buruh tani bisa berprestasi di luar sana.

Saya juga aktif untuk berkomunikasi dengan mereka yang sedang menempuh pendidikan SD, SMP, SMP bahkan yang berada di perguruan tinggi. Mereka cukup aktif di organisasi remaja musolla. Melalui wadah itu, saya mencoba menularkan semangat untuk kuliah. Saya berusaha memotivasi mereka untuk jangan berhenti sampai SMA. Memberikan perbandingan pemuda yang kuliah dengan pemuda yang lebih memilih menjadi buruh tani . Saya juga sering memberikan perbandingan antara orang yang lebih banyak ilmunya dari pada orang yang tidak berilmu. Karena ratata-rata di desa saya masyarkat yang disana masih pendidikannya sampi SD dan bahkan ada yang putus sekolah, masih tidak ada yang serjana mapun kuliah tinggi.  Sehingga mereka berharap bahwa saya akan merubah kondisi dari mereka yang dimana dulunya tidak ada yang sekolah tinggi maka dengan melihat saya sebagai anak seorang buruh tani mampu sekolah tinggi dan menggapai cita-citannya. Dengan demikian maka mereka akan lebih yakin kalu bukan anak orang yang mampu saja bisa kuliah tinggi, tetapi orang yang tidak mampu juga bisa kuliah tinggi seperti saya.

Sulit mengubah mindset anak-anak di kampung saya. Hal tersebut disebabkan pergaulan mereka yang terlalu bebas. Mereka beranggapan bahwa dengan ber sekolah tinggi hanya menghabiskan biaya, sedangkan untuk memperoleh pekerjaan sangatlah sulit. Oleh karena itu saya menyemangati mereka dengan kalimat yang berbunyi “Dengan ilmu maka hidup akan menjadi lebih mudah, dengan agama maka hidup akan menjadi lebih terarah dan dengan seni maka hidup akan menjadi lebih indah”.
Akan tetapi, tiga anak berkeinginan kuat untuk kuliah dan Alhamdulillah ketiganya lulus masuk perguruan tinggi 1). Zahratul hafni, sekarang sedang semester 4 jurusan Diploma 3 Akuntansi Universitas Mataram. Ayhnya menjadi seorang sopir dan ibunya hanya bekrja sebagai ibu rumah tangga; 2) Hudatullah, sekarang semester 2 jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunung Rinjai. Kedua orang tuanya bercerai sejak dia berumur 7 tahun dan sekarang ibunya menjadi TKI di malaysia. Keluhannya setiap ketemu dengan saya adalah sulitnya mendapatkan biaya kuliah ; 3) Hamzanwadi, mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunung Rinjadi. Bapaknya sudah meninggal dunia dan ibunya sekarang hanya menjadi buruh batu bata.
Mungkin terlalu berlebihan jika saya mengakui bahwa kalian bisa kuliah dengan bantuan motivasi dan tenaga saya. Akan tetapi, saya merasa bangga dan bahagia ketika melihat mereka bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Kita satu kampung, satu nasib, kita sama-sama susah tetapi masa depan kita terlalu indah dibandingkan harus menjadi buruh tani atau menikah dini.

Itulah kesuksesan terbesar saya sampai saat ini. Saya berazam untuk bisa memberikan solusi dalam skala besar. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang buruh tani bisa kuliah tinggi dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.