Kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama,
kemiskinan absolut, pendekatan ini diidentifikasi jumlah penduduk yang hidup
dibawah garis kemiskinan tertentu.Kedua, kemiskinan relatif, yaitu pangsa
pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing golongan pendapatan
(Sukirno,2016:57). Kemiskinan absolut, atau disebut juga kemiskinan mutlak ini
dapat ditekan dengan kebijakan ekonomi yang tepat. Kebijakan ekonomi makro yang
tepat yang lebih berpihak pada kaum lemah, maka diharapkandapat menanggulangi
kemiskinan mutlak sedikit demi sedikit (Rosydi, 2012:147).
Fosu (2010) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi
merupakan penggerak utama dalam penurunan dan peningkatan kemiskinan. Adanya
peningkatan pertumbuhan ekonomi maka komponen-komponen yang menyebabkan
kemiskinan seperti Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non
Makanan (GKNM) dapat ditekan, sehingga masyarakat terbebasdari kemiskinan
Hasyim,
2016:167 menyatakan bahwa investasi adalah pengeluaran yang ditujukan untuk
meningkatkan atau mempertahankan stok alat/barang modal. Selanjutnya menurut Noor (2014:2)
secara konsep investasi dapat didefinisikan sebagai kegiatan mengalokasikan
atau menanamkan sumber daya saat ini, dengan harapan mendapatkan manfaat
dikemudian hari guna tercapainya kesejahteraan masyarakat.
Nusa Tenggara
Barat merupakan salah satuprovinsi
di Indonesia yang memiliki 10 kabupaten/kota dan terdiri dari Pulau
Lombok dan Pulau Sumbawa.Salah satu sektor unggulan yang diduga berpengaruh
besar terhadap pengentasan kemiskinan di NTB adalah sektor
pariwisata. Pengembangan kepariwisataan NTB sangat didukung oleh kekayaan alam
serta keanekaragaman budaya guna melestarikan dan memperkukuh jati diri bangsa
dan lingkungan alam.
penyebab penurunan jumlah penduduk miskin. Pertama, laju
inflasi yang rendah, sebesar 1,45% selama kurun waktu Maret-September 2017. Hal
itu disebabkan oleh relatif terkendalinya harga bahan pokok yang selama ini
menjadi pengeluaran utama penduduk miskin, khususnya beras, juga rokok kretek,
daging sapi, telur ayam ras, mie instan, dan gula pasir.kedua, rata-rata upah
nominal buruh tani per September 2017 naik 1,5% dibandingkan Maret 2017, dari
Rp 49.473 menjadi Rp 50.213. "Peningkatan tersebut membuat upah riil buruh
tani per hari pada September 2017 juga ikut naik sebesar 1,05% dibandingkan
Maret 2017, dari posisi Rp 37.318 menjadi Rp 37.711. ketiga, upah nominal buruh
bangunan per hari pada September 2017 juga meningkat 0,78% dibandingkan posisi
Maret 2017, atau naik dari Rp 83.724 menjadi Rp 84.378. selain harga bahan pokok yang
terkendali, harga komoditas nonmakanan juga berpengaruh terhadap garis
kemiskinan, seperti perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan. Dari sisi
sebaran, persentase penduduk miskin lebih banyak terjadi di perdesaan (Gunarto, 2018
; file:///H:/Faktor-Penyebab-Turunnya-Jumlah-Penduduk-.html).
Disamping itu, yang sangat berperan dalam mengatasi
masalah kemiskinan adalah investasi. Dalam teori ekonomi investasi dapat
diartikan sebagai pembelian barang modal yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan
untuk produksi yang akan datang .Investasi yang dimaksud yaitu investasi swasta
yang mencakup PMA dan PMDN, terkait dengan perkembangannya dapat disajikan
berdasarkan Kabupaten/Kota dan berdasarkan sektor ekonominya melalui grafik
berikuMenunjukkan perkembangan investasi dari sisi PMDN berdasarkan Kabupaten/Kota, terlihat
bahwa investasi tiap Kabupaten/Kota masih tergolong belum stabil. Investasi
yang paling tinggi terletak di Kabupaten Dompu pada tahun 2014, yang kedua
terletak di Kota Mataram pada tahun 2013. Sedangkan Kabupaten/Kota yang nilai
PMDNnya hampir tidak ada ditunjukkan oleh Kota Bima, dimana PMDN hanya terdapat
ditahun 2013, dan PMDN yang selalu unggul tiap tahun ditunjukkan oleh Kabupaten
Lombok Barat dengan Kota Mataram, dan untuk tahun 2016 yang menempati posisi
unggul adalah Kabupaten Dompu.
investasi dari sisi PMDN berdasarkan sektor
ekonominya, dalam hal ini terlihat bahwa investasi yang paling unggul
ditunjukkan pada sektor perhubungan ditahun 2013 dan yang kedua ditunjukkan
oleh sektor pariwisata ditahun yang sama. Selanjutnya dapat digambarkan bahwa
sektor yang tidak memiliki investasi ditunjukkan oleh sektor peternakan.
Sedangkan investasi yang selalu ada selama lima tahun tersebut ditunjukkan oleh
sektor jasa lainnya, dan untuk tahun 2016 sektor yang menempati investasi yang
tinggi adalah sektor perkebunan.
perkembangan
investasi dari sisi PMA berdasarkan sektor ekonominya, dalam hal ini terlihat
bahwa investasi yang paling unggul ditunjukkan pada sektor pertambangan &
energi kelistrikan ditahun 2016 dan yang kedua ditunjukkan oleh sektor
pariwisata ditahun yang sama. Selanjutnya dapat digambarkan bahwa sektor yang
tidak memiliki investasi ditunjukkan oleh 3 sektor yaitu sektor perhubungan,
kehutanan, dan peternakan. Sedangkan investasi yang selalu ada selama lima
tahun tersebut ditunjukkan oleh 6 sektor yaitu sektor pariwisata, perdagangan,
perikanan, pertambangan & energi kelistrikan, industri, dan jasa lainnya.
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “Pengaruh Investasi SwastaTerhadap
Pengentasan Kemiskinan Melalui Mediasi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Nusa
Tenggara Barat Tahun 2008 - 2018”.
Bagaimana pengaruh
langsung dan tidak langsung investasi swasta terhadap kemiskinan
Provinsi NTB selama tahun 2008 -2018?
Penelitian
ini bertujuan Untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak lamgsung investasi swasta terhadap kemiskinan
Provinsi NTB selama tahun 2012-2018.
Teori ekonomi mendefinisikan investasi
sebagai pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang-barang modal dan
peralatan-peralatan produksi dengan tujuan untuk mengganti dan menambah
barang-barang modal dalam perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksikan
barang dan jasa dimasa depan. Dengan kata lain,dalam teori ekonomi investasi
berarti kegiatan perbelanjaan untuk meningkatkan kapasitas memproduksi suatu
perekonomian (Sukirno, 2000:366).
Menurut Mankiw, 2006:425 investasi
merupakan unsur GDP yang paling sering berubah. Ketika pengeluaran atas barang
dan jasa turun selama resesi, sebagian besar dari penurunan itu berkaitan
dengan anjloknya pengeluaran investasi. Ada tiga bentuk pengeluaran investasi.
Pertama, investasi tetap bisnis mencakup peralatan dan struktur yang perusahaan
beli untuk proses produksi. Kedua, investasi residensi mencakup perumahan baru
yang orang beli untuk ditinggali dan yang dibeli tuan tanah untuk disewakan.
Ketiga, investasi persediaan mencakup barang-barang yang perusahaan tempatkan
digudang, termasuk bahan-bahan dan perlengkapan, barang setengah jadi, dan barang jadi.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan
sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu
(Hasyim, 2016: 231). Menurut Sukirno (2000:13) pertumbuhan ekonomi berarti
perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang
diproduksikan dalam masyrakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat,
sehingga pertumbuhan ekonomi dapat juga diartikan sebagai proses kenaikan
kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan
pendapatan nasional.
Untuk mengukur kemiskinan, BPS
menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).
Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi
ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur
dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki
rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.
1.
Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis
Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang
memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan
dikategorikan sebagai penduduk miskin.
2.
Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran
kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita
perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi
(padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran,
kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll)
3.
Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum
untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan
dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis
komoditi di pedesaan.
4.
Hubungan Antar Variabel
A. Hubungan Investasi dan Kemiskinan
Menurut
Sukirno (2000) kegiatan investasi yang dilakukan oleh masyarakat secara terus
menerus akan meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan
pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Peranan ini
bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi, yakni (1) investasi
merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat, sehingga kenaikan
investasi akan meningkatkan permintaan agregat, pendapatan nasional serta
kesempatan kerja; (2) pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan
menambah kapasitas produksi; (3) investasi selalu diikuti oleh perkembangan
teknologi (Pateda, 2016).
B.
Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan
Kemiskinan
dan pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang penting dalam mencapai
keberhasilan pembangunan negara. Mencapai pembangunan, setiap negara akan
berusaha keras untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat
kemiskinan (Pateda, 2016).
C. Hubungan
Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Dalam
model pertumbuhan endogen dikatakan bahwa hasil investasi akan semakin tinggi
bila produksi agregat di suatu negara semakin besar. Dengan demikian model ini
menganjurkan keikutsertaan pemerintah secara aktif dalam pengelolaan investasi
baik langsung maupun tidak langsung. Investasi swasta di Indonesia dijamin
keberadaannya sejak dikeluarkannya Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang
Penanaman Modal Asing (PMA) dan Undang-Undang No. 12 Tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Berdasarkan sumber dan kepemilikan modal,
maka investasi swasta dibagi menjadi penanaman modal dalam negeri dan asing.
Dengan semakin besarnya investasi pemerintah pada barang publik maka diharapkan
akan mendorong pertumbuhan sektor pertumbuhan sektor swasta dan rumah tangga
dalam mengalokasikan sumberdaya yang ada di suatu daerah. Hal ini pada akhirnya
akan menyebabkan makin meningkatnya PDRB
(Menajang, 2015).
penelitian Wahyuni (2014), Penelitian
ini berjudul “Pengaruh Pengeluaran
Pemerintah Dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesenjangan
Pendapatan Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali”. Alat analisis yang dipakai dalam
penelitian ini yaitumetode analisis jalur (path analysis). Penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh langsung
Pengeluaran pemerintah dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan
kesenjangan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
pengaruh langsung pengeluaran pemerintah terhadap kesenjangan pendapatan adalah
sebesar 0,509. Pengaruh tidak langsung pengeluaran pemerintah terhadap
kesenjangan pendapatan melalui pertumbuhan ekonomi adalah 0,219. Dengan
demikian pengaruh total pengeluaran pemerintah terhadap kesenjangan pendapatan
menjadi sebesar 0,728. Demikian juga pengaruh langsung investasi terhadap
kesenjangan pendapatan melalui pertumbuhan ekonomi adalah 0,110, sehingga
pengaruh totalnya menjadi sebesar 0,222. Koefisien determinasi gabungan atau R2
= 0,974 mempunyai arti bahwa, sebesar 97,4 persen variasi kesenjangan
pendapatan dijelaskan oleh variabelpengeluaran
pemerintah, investasi dan pertumbuhan ekonomi sedangkan sisanya 2,6 persen
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model.






Diduga bahwa investasi swasta berpengaruh signifikan
secara langsung dan tidak langgsung terhadap kemiskinan Provinsi NTB selama
tahun 2012-2018
Untuk menemukan pengaruh investasi terhadap angka
kemiskinan melalui mediasi pertumbuhan ekonomi
di Provinsi
Nusa Tenggara Barat peneliti menggunakan model analisis jalur (Path Analysis)
yang merupakan teknik yang sesuai untuk tujuan penelitian ini (Riduwan,
Kuncoro, 2014:115).
Kerangka hubungan kausal empiris antara X1 dan X2 terhadap Y dapat
dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut :
Struktur :
Y = βyx1 X1 + βyx2
X2 + βy e
βy e = 1 – R2y.x1.x2
|
|
|
|





Model Analisis Jalur Pengaruh Investasi Terhadap
Kemiskinan Melalui Pertumbuhan Ekonomi
Langkah menguji path analysis sebagai berikut :
1.
Merumuskan
hipotesis dan persamaan struktural
Struktur : Y = βyx1x1
+ βyx2x2 + βy e1
2.
Menghitung
koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi
a.
Gambarkan
diagram jalur lengkap, tentukan seb-sub strukturnya dan rumuskan persamaan
strukturalnya yang sesuai hipotesis yang diajukan.
Hipotesis: Naik turunnya
variabel endogen (Y) dipengaruhi
secara signifikan oleh variabel eksogen
(X1 dan X2).
b.
Menghitung
koefisien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan.
Persamaan regresi ganda : Y = a + b1 x1 + b2 x2 + e1
3.
Menghitung
koefisien jalur secara simultan (keseluruhan)
Uji secara keseluruhan hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut.
Ha: βyx1 = βyx2 = ....... = βyxk ≠ 0
H0: βyx1 = βyx2 = ....... = βyxk = 0
a.
Kaidah
pengujian signifikansi secara manual menggunakan tabel F.
|
|
|
Jika F hitung ≥ F tabel,
maka tolak H0 artinya signifikan
F hitung ≤ F tabel, terima H0 artinya tidak
signifikan
Dengan taraf signifikansi (α) = 0,05
b.
Kaidah pengujian
signifikansi Program SPSS
·
Jika nilai probabilitas
0,05≤ nilai probabilitas signifikansi,
maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
·
Jika nilai probabilitas 0,05
≥ nilai probabilitas signifikansi, maka
H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
DAFTAR PUSTAKA
Arshanti,
Kadek Novita. 2015. Pengaruh Investasi
Melalui Mediasi Ekonomi Terhadap Pengentasan Kemiskinan Melalui Mediasi
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali. Jurnal.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Udayana, Bali (id.portalgaruda.org).
Arshad, Prof. Lincolin Ph.D. Ekonomi
Pembangunan. UPP STIM YKPN. Yogyakarta. 2016
Diantari,
Ni Putu. 2017. Pengaruh Investasi Swasta
dan Investasi Pemerintah Melalui Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja
di Provinsi Bali. Jurnal. Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Universitas Udayana, Bali (id.portalgaruda.org).
Fosu.
2010 (dalam Arshanti) Pengaruh Investasi Terhadap Pengentasan
Kemiskinan Melalui Mediasi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali. 2015
Hasyim,
Ali Ibrahim. Ekonomi Makro. Prenadamedia
Group, Jakarta. 2016
Kuncoro,
Prof. Mudrajad Ph.D. Metode Kuantitatif.
UPP STIM YKPN. Yogyakarta. 2011
Mankiw,
N. Gregory. Teori Makro Ekonomi. PT.
Gelora Aksara Pratama, Jakarta. 2006
Manurung,
Mandala dan Rahardja, Prathama. Teori
Ekonomi Makro Suatu Pengantar edisi 4. Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia. Jakarta. 2008
Noor,
Henry Faizal. Investasi, Pengelolaan
Keuangan, dan Pengembangan Ekonomi. PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2014
Riduwan
& Kuncoro, Engkos Ahmad. Cara
Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). Alfabeta, Bandung.
2014
Rosyidi,
Suherman. Pengantar Teori Ekonomi.
PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2012
Stevenson.
2010 (dalam Arshanti) Pengaruh Investasi Terhadap Pengentasan
Kemiskinan Melalui Mediasi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali. 2015
Sukirno,
Sadono. Makroekonomi Modern. Rajawali
Pers, Jakarta. 2016
Sunariyah.
2003. Dalam Pateda,
Yolanda. 2016. Pengaruh Invetasi,
Pertumbuhan Ekonomi, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Tingkat Kemiskinan di
Gorontalo. Jurnal. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Magister Ilmu Ekonomi.Universitas Sam Ratulangi, Gorontalo (id.portalgaruda.org).
Wahyuni,
I Gusti Ayu Putri. 2014. Pengaruh
Pengeluaran Pemerintah dan Investasi Terhadap Pertumbun Ekonomi dan Kesenjangan
Pendapatan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.Skripsi.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Udayana, Bali (id.portalgaruda.org).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar